|
02. Juni 2009 jam 14:22 |
|
Perayaan Peh Cun atau Sembahyang Ba'Cang (ba tzang) yang jatuh pada hari Kamis, 30 Mei 2009 lalu kembali diramaikan dengan tradisi mendirikan telur pada tengah hari. Salah satu foto kiriman dari Fina memperlihatkan dua butir telur ayam dapat berdiri dengan sempurna diatas trotoar. Secara ilmiah, pada hari perayaan Peh Cun, yaitu tanggal 5 bulan 5 imlek, posisi bulan tepat berada segaris dengan ekuator bumi sehingga gaya grafitasi bulan benar - benar berada tegak lurus dengan posisi bumi. Pada saat itu, kuning telur akan mendapat tambahan gaya tarik kebawah ketika telur diberdirikan sehingga membuat titik berat telur semakin turun. Ini yang membuat telur dapat diberdirikan diatas tanah.
Informasi seputar tradisi perayaan Peh Cun dapat dibaca disini .
|
|
|
18. April 2009 jam 14:23 |
|
Kevin "Chen Sing" dalam pertunjukannya semalam di Waroeng Semawis yang energik membuat suasana pusat jajan terbesar dan terlengkap di kota Semarang itu menjadi semakin meriah.
Pertunjukan semalam juga menghadirkan beberapa penyanyi lokal serta penari yang memaku pengunjung hingga usai sekitar pukul 22.00 malam.
Bertema "Spirit of the Rising Sun", pentas Kevin semalam juga dalam rangka memeriahkan 3 tahun kiprah Waroeng Semawis meramaikan Pecinan Semarang, Kevin membawakan beberapa buah lagu mandarin dengan berbagai tempo sambil diiringi oleh beberapa penari latar yang sangat atraktif.
|
|
Last Updated ( 18. April 2009 jam 14:26 )
|
|
|
07. April 2009 jam 14:14 |
|
Keramaian Waroeng Semawis akan dimeriahkan oleh pertunjukan Kevin (Chen Sing) dan beberapa artis lokal pada tanggal 17 April 2009 mendatang. Pertunjukan dimulai pk 19.00 WIB hingga selesai. Bagi anda yang berminat, panitia menyediakan tempat khusus untuk menikmati pertunjukan sambil menyantap hidangan makan malam. Untuk reservasi tempat, silahkan menghubungi Tio Ciu 77 atau Suki Semawis di jl Gang Warung atau Ling (08156597322) dan Wie Seng (0811299775), tempat sangat terbatas.
|
|
|
06. Maret 2009 jam 19:44 |
|
Yayasan Vajrayana Nusantara Semarang akan menyelenggarakan persembahan 1 juta pelita dan puja doa aspirasi marme monlam pada tgl 06 sampai dengan 08 Maret 2009 di Candi Borobudur.
Dalam acara ini, selama 3 hari penuh dari pagi hingga malam hari akan dinyatakan lilin yang semuanya berjumlah 1 juta buah dan juga akan dilakukan puja yang langsung dipimpin oleh Y.M. Zurmang Drukpa Rinpoche bersama para bhiksu serta diikuti oleh para umat.
Latar belakang dari pelaksanaan acara ini adalah bermula dari ide Y.M. Zurmang Drukpa Rinpoche, saat mengunjungi Candi Borobudur, Rinpoche berujar betapa beruntungnya bangsa Indonesia dan dunia karena memiliki Candi Borobudur. Melihat betapa agungnya Candi Borobudur dan terinspirasi oleh Kagyu Monlam yang biasanya dilaksanakan setiap tahun di Bodhgaya India, Rinpoche berkeinginan mengadakan puja doa aspirasi marme monlam yang serupa di Candi Bodobudur dengan mempersembahkan 1 juta pelita dalam pelaksanaannya.
Informasi lebih lanjut tersedia di http://www.vajrayananusantara.org dan http://www.marmemonlam.org/
|
|
Last Updated ( 06. Maret 2009 jam 19:48 )
|
|
|
25. Januari 2009 jam 10:51 |
|
Pasar Imlek Semawis 2009 telah berakhir semalam. Upacara penutupan berlangsung sederhana, diisi oleh penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan kenang - kenangan kepada wakil dari sembilan klenteng, dua perkumpulan dan satu sekolah atas partisipasi dan dukungan mereka dalam memeriahkan PIS tahun ini.
Ir Widya Widjajanti mewakili Kopi Semawis pada pidato penutupan PIS2009
mengajak seluruh masyarakat terutama di Pecinan Semarang untuk lebih
terlibat pada kegiatan - kegiatan yang diselenggarakan oleh Kopi
Semawis, sekaligus menepis dan menjawab tulisan di salah satu media
masa bahwa PIS hanya sekedar hura - hura yang dilakukan oleh Kopi
Semawis untuk mencari keuntungan sepihak. Ir Widya sebagai salah satu penggagas Kopi Semawis mengatakan bahwa
sejak adanya program revitalisasi Pecinan Semarang dan Kopi Semawis,
geliat perekonomian dan perdagangan di Pecinan Semarang terus tumbuh
dengan sangat menggembirakan. Lorong - lorong jalan di Pecinan yang
semula sepi bak kota mati, sekarang telah kembali ramai dan terang
dimalam hari oleh berbagai aktifitas, demikian pula dengan jumlah toko
dan penjaja kuliner yang semakin tahun jumlahnya terus tumbuh.
|
|
Last Updated ( 25. Januari 2009 jam 12:09 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|