|
PIS2559 : Fashion on the Street |
|
05. Februari 2008 jam 00:38 |
|
Perkiraan menurunnya pengunjung Pasar Imlek Semawis 2559 hari ke tiga yang diperkirakan merupakan anti-klimaks dari dua hari pertama kemarin ternyata meleset. Arena pasar malam disepanjang pecinan tersebut tetap dipadati oleh pengunjung yang sudah mulai menyemut sejak sore hari.
Pengunjung berjubel diantara deretan stan - stan yang menjajakan beraneka pernak - pernik keperluan Imlek sambil sesekali perhatian mereka teralihkan ke tiga panggung hiburan yang disediakan oleh panitia.
Selain penampilan joged kethek yang disambut antusias oleh pengunjung, terutama anak - anak kecil, acara hari ini masih menyajikan penampilan grup barongsay dan pentas wayang po tay hie. Sajian istimewa hari ini adalah Talk Show Silsilah Keluarga Gan Peng di panggung utama dan Fashion on the Street yang menampilkan busana - busana berbahan dasar kain batik yang sangat unik dan menarik.
Meskipun hujan sempat mengguyur cukup deras, namun jumlah pengunjung yang memadati PIS2559 hari ketiga ini tidak surut berkurang. Acara hiburan hari ini diakhiri oleh dagelan plesetan dalam kemasan Guyon Maton Imlek bertema Sam Pek Eng Tay dan karaoke Waroeng Semawis.
Hari terakhir PIS2559 besok akan menampilkan beberapa agenda yang tidak kalah menarik, diantaranya pengumuman pemenang Rally Foto Pelajar, pengunjung juga dapat melihat pertanyaan - pertanyaan yang harus dijawab para peserta pada dua hari pertama PIS kemarin lengkap beserta jawabannya. PIS juga akan diakhiri oleh acara Line Dance di arena dan pertunjukan musik di panggung utama. Bagi anda yang masih penasaran dengan keunikan cerita wayang po tay hie yang semakin susah dicari sekarang ini, besok adalah kesempatan terakhir anda menikmati alur cerita seru tokoh - tokoh legenda negeri tiongkok. Besok PIS akan ditutup secara resmi pada pukul 20.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara pasar malam Imlek Jie Kao Mee di pasar Gang Baru hingga pagi menjelang.
|
|
|
03. Februari 2008 jam 23:08 |
|
Penampilan Duo Maia yang terdiri dari Maia dan Mey Chan semalam di panggung utama Pasar Imlek Semawis 2559 benar - benar mengguncang pasar malam tersebut. Masyarakat sudah mulai menyemut didepan panggung utama sejak sore hari. Acara Dialog Budaya yang digelar sebelumnya ditempat yang sama seolah terdesak untuk segera diakhiri meskipun perbincangan antara tokoh - tokoh masyarakat Semarang seperti Prof. Ir. Eko Budiharjo, Bp. Irwan Hidayat dan Romo Setyaji sedang berlangsung gayeng - gayengnya. Lantunan tembang yang sangat merdu yang dialunkan oleh Romo Setyaji mengakhiri acara dialog yang langsung disambung dengan Sido Muncul Show.
Sebelum Duo Maia tampil keatas pentas, PT Sido Muncul diwakili oleh direktur utamanya, Irwan Hidayat menyerahkan penghargaan kepada tiga atlet asal Jawa Tengah yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada ajang Sea Games tahun lalu. Irwan Hidayat juga menyerahkan kenang - kenangan berupa buku berjudul "Indonesia, Negeri Seribu Raja" kepada pengurus Kopi Semawis yang diwakili oleh Haryanto Halim, Widya Widjayanti dan Hidayat.
Pengunjung yang diperkirakan berjumlah ribuan orang menyambut penampilan Duo Maia dengan gegap gempita. Meskipun hanya tampil sesaat dan membawakan hanya tiga buah lagu, kehadiran Maia dan Mey Chan benar - benar menjadi pusat perhatian pengunjung PIS semalam. Sore harinya, kedua artis nasional tersebut sempat berjalan - jalan di arena PIS. Keduanya mengunjungi klenteng Sinar Samudra dan Ling Hok Bio sambil mendapat penjelasan tentang tradisi dan budaya klenteng oleh pengurus klenteng masing - masing.
Selain penampilan Duo Maia, arena Pasar Imlek Semawis 2559 semalam juga diramaikan oleh penampilan Simplicity Band, Ayumi dari SMA Karangturi dan ditutup oleh alunan musik jazz yang sangat manis dalam pagelaran Jazz on the Street oleh Kahlua Band. Sementara di arena terbuka ditampilkan pertunjukan topeng monyet atau lebih dikenal di Semarang dengan sebutan joged kethek dan permainan samsi oleh kelompok vihara Gunung Kalong.
Agenda acara PIS2559 untuk hari ketiga akan dimulai sore hari dengan berbagai atraksi dan pertunjukan, diantaranya "Talk Show Silsilah Keluarga Gan Peng" dan "Fashion on the Street".
|
|
Last Updated ( 04. Februari 2008 jam 13:31 )
|
|
|
02. Februari 2008 jam 00:00 |
|
Pasar Imlek Semawis 2559 semalam resmi dibuka oleh Walikota Semarang, H. Sukawi Sutarip. Ditengah guyuran hujan deras yang menerpa kota Semarang sejak sore hari, pengunjung ternyata tidak surut memadati arena PIS2559.
Prosesi peresmian sangat kaya dengan warna - warna budaya yang beraneka ragam. Diiringi musik karawitan jawa, berbagai komposisi menarik disajikan mengiringi upacara pembukaan. Penampilan anak - anak Khong Kauw Hwe membawakan lagu - lagu dolanan sungguh menggugah hati. Demikian pula tari - tarian oriental yang dibawakan dengan sangat menarik.
Setelah menandatangani Sampul Hari Pertama penerbitan Perangko Istimewa seri Imlek dengan tema Tahun Tikus, walikota didampingi ketua panitia PIS, Djohan Firmansyah dan pengurus Kopi Semawis, secara resmi membuka PIS dengan menabuh tambur dan kencreng berulang kali. Setelah itu rombongan walikota beserta ibu berkeliling mengunjungi para pedagang di PIS2559. Ibu walikota juga menyempatkan diri berbelanja perangko di stand PT Pos Indonesia. Peresmian PIS2559 juga dihadiri oleh wakil walikota Semarang dan beberapa rektor perguruan tinggi di Semarang. Hadir pula Prof. Drs Darmanto Jatman yang pada kesempatan tersebut menerima penghargaan dari pengurus Kopi Semawis atas jasa - jasanya merintis pelestarian dan revitalisasi pecinan di Semarang hingga berdirinya Kopi Semawis. Penghargaan diserahkan oleh ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim, MSc.
|
|
Last Updated ( 03. Februari 2008 jam 10:08 )
|
|
|
01. Februari 2008 jam 21:18 |
Duo Maia yang dikomandani oleh Maia Estianti dengan merekrut artis baru - Mey Chan akan meramaikan Pasar Imlek Semawis 2559 pada hari Minggu, 3 Februari 2008 pk 19.00 WIB di panggung utama. Pada acara sebelumnya akan ada Dialog Budaya Tepo Sliro Dalam Kehidupan Multikultur bersama pembicara - pembicara kondang dari Semarang.
|
|
Read more...
|
|
|
Silsilah Keluarga Gan Peng |
|
01. Februari 2008 jam 12:08 |
|
Gan Peng, datang ke Jawa
+/- tahun 1770. Beliau berasal dari
Desa Kie San, Keresidenan Eng Chun Chow, provinsi Fujian. Pada tahun 1829,
menjelang usainya Perang Diponegoro (1825-1830) di daerah Kedu, Keluarga Kongco
Besar Gan Ka Long yang waktu itu tinggal di Desa Kertek, Keresidenan Kedu,
tercerai-berai karena pembantaian dan penjarahan. Salah seorang adik
perempuannya selamat ditolong oleh penduduk detempat. Dia menikah dan
melahirkan antara lain dua orang putri. Putri yang lebih tua bernama Seha
menikah dengan Muhammad Alkaf, dan adiknya
bernama Nur menikah dengan Salman. Sementara Kongco Besar Gan Ka Long dan
seorang adiknya selamat, karena waktu itu sedang sekolah di Semarang. Untuk
menjaga agar keturunan Gan tidak terputus, Kongco Ka Long kemudian berpencar
dengan adiknya. Dia menyelamatkan diri ke Pekalongan. Adiknya konon menuju ke
arah Purwokerto. Demikian pula nama ayah, ibu dan saudara-saudaranya Kongco
Besar Gan Ka Long.
|
|
Last Updated ( 01. Februari 2008 jam 12:12 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|