|
28. Februari 2007 jam 13:29 |
|
Cap-Go-Meh adalah lafal dialek Tio Ciu dan Hokkian. Artinya malam 15. sedangkan lafal dialek Hakka Cang Njiat Pan. Artinya pertengahan bulan satu. Di daratan Tiongkok dinamakan Yuan Xiau Jie dalam bahasa Mandarin artinya festival malam bulan satu. Capgome mulai dirayakan di Indonesia sejak abad ke 17, ketika terjadi migrasi besar dari Tiongkok Selatan. Semasa dinasti Han, pada malam capgome tersebut, raja sendiri khusus keluar istana untuk turut merayakan bersama dengan rakyatnya.
|
|
Last Updated ( 15. Februari 2008 jam 15:50 )
|
|
Read more...
|
|
|
25. Februari 2007 jam 11:42 |
Klenteng Tay Kak Sie adalah klenteng terbesar dan terlengkap di Pecinan Semarang. Sepanjang tahun berbagai ritual keagamaan dan tradisi digelar di klenteng yang terletak persis ditepi Kali Semarang ini. Berdiri sejak tahun 1771 diatas kebun lombok, sehingga Klenteng ini juga dikenal oleh masyarakat Semarang sebagai Klenteng Gang Lombok. Banyak yang sudah tidak mengetahui asal mula berdirinya klenteng ini, termasuk masyarakat di Pecinan Semarang sendiri. Sejarah panjangnya sudah dimulai sejak awal abad 18 ditempat yang sekarang sudah padat pemukiman yang hingga tahun 1966 masih bisa dijumpai dan dikenal sebagai Bale Kambang. Gangbaru.com menelusuri sejarah panjang klenteng ini dan menuangkannya dalam 3 tulisan (anda harus menjadi member untuk membacanya).
|
|
|
14. Februari 2008 jam 00:00 |
|
Ritual perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat tionghoa terdiri dari empat kegiatan utama, diawali oleh ritual menghantar Dewa Dapur naik kelangit seminggu sebelum tahun baru, ritual Imlek sendiri, seminggu sesudahnya, yaitu menjelang tengah malam tanggal 8 bulan pertama diadakan ritual King Thi Kong atau Sembahyang Tuhan Allah dan diakhiri pada malam bulan purnama pertama tahun tersebut yang jatuh pada tanggal 15 bulan pertama yang disini dikenal sebagai perayaan Cap Go Meh.
|
|
Last Updated ( 14. Februari 2008 jam 17:00 )
|
|
Read more...
|
|
|
18. Februari 2007 jam 19:24 |
Hujan yang turun sejak sore, berhenti menjelang tengah malam. Pelataran klenteng Tay Kak Sie penuh pengunjung yang hendak bersembahyang menyambut pergantian tahun. Sesaat kemudian tambur dibunyikan, lonceng warisan leluhur dibunyikan berulang kali mengiringi doa yang dilantunkan tanpa suara menghadap Sang Kuasa, bau harum dupa wangi memenuhi ruangan, asapnya naik ke langit seiring dengan harapan di tahun baru yang lebih damai, lebih makmur dan bahagia. Tahun baru telah tiba, lilin menyala diseantero klenteng, cahaya redup dan aromanya mengiringi salam tahun baru para pengunjung. Beberapa sibuk dengan telepon selulernya, berkirim sms ucapan selamat tahun baru kepada kerabat, sahabat dan handai taulan.
|
|
Last Updated ( 18. Februari 2007 jam 19:44 )
|
|
Read more...
|
|
|
17. Februari 2007 jam 16:46 |
Setelah tiga hari dua malam meramaikan Pecinan Semarang, siang tadi Pasar Imlek Semawis 2007 dengan resmi diakhiri. Pengunjung telah memadati Pecinan tempat PIS digelar sejak pagi hari. Sebagian dari mereka tidak hanya ingin menikmati suasana Imlek yang meriah di PIS, tetapi juga ingin menyaksikan upacara tradisi sembahyang leluhur menjelang Tahun Baru Imlek yang dilaksanakan oleh rumah - rumah keluarga tionghoa disepenjuru Pecinan.
|
|
Last Updated ( 17. Februari 2007 jam 17:13 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|