Sam Poo Tjilik
Pada tahun 1860, sebuah patung Po Seng Tay Te yang sangat istimewa didatangkan dari Tiongkok oleh seorang saudagar tionghoa bernama Tan Cong Hoay, anak keempat Mayor Tan Hong Yan pendiri Tji Lam Tjay. Sebuah kapal disewa khusus untuk membawa patung ini hingga tiba di Boom Lama, Semarang tepat tanggal 1 bulan 5 Imlek. Upacara penyambutan dikawal rombongan biksu Tay Kak Sie dan diarak keliling kota sebelum ditempatkan didalam klenteng Tay Kak Sie. Konon kabarnya, patung Dewa Obat tersebut didatangkan ke Semarang karena pada waktu itu terjadi wabah penyakit yang menyebabkan banyak korban tak tertolong.
Perjalanan dari Tiongkok ke Semarang memakan waktu duapuluhlima hari lamanya dan hingga sekarang hari kedatangan kiemsien tersebut selalu dirayakan oleh masyarakat Pecinan Semarang dengan melakukan arak – arakan lengkap dengan atraksi liong dan samsi. Mungkin karena keramaian yang terjadi selama arak – arakan mirip dengan perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho, maka banyak penduduk di Pecinan Semarang menyebut perayaan ini Sam Poo Tjilik / Sam Poo Kecil untuk membedakannya dari arak – arakan Laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Sam Poo Kong.
Bagi anda yang berencana berkunjung ke Pecinan Semarang, sebaiknya bersiap – siap lebih awal karena arak – arakan ini akan menutup sebagian besar akses ke Pecinan hingga petang hari.
By A Website Design